Jakarta – Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa mewarnai kawasan depan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026). Demonstrasi yang berlangsung di bulan suci Ramadan itu mendapat pengamanan khusus dari aparat kepolisian dengan pendekatan humanis.
Pengamanan aksi dikoordinasikan oleh Polda Metro Jaya yang sebelumnya telah menyiagakan 3.093 personel gabungan. Ribuan aparat tersebut ditempatkan di sejumlah titik untuk memastikan jalannya demonstrasi tetap aman dan kondusif.
Menariknya, dalam pengamanan kali ini jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia terlihat mengenakan atribut bernuansa religius seperti peci dan sorban, sementara polisi wanita (Polwan) memakai hijab putih. Selain itu, kepolisian juga menurunkan “Tim Sholawat” dan “Tim Hadrah” yang mengumandangkan lantunan sholawat di sela-sela pengamanan aksi. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari pendekatan persuasif sekaligus bentuk penghormatan terhadap suasana Ramadan.
Pihak kepolisian menyatakan pengamanan dilakukan dengan mengedepankan sikap sabar dan profesional, mengingat momentum Ramadan yang identik dengan menahan diri serta menjaga ketertiban. Meski demikian, polisi menyayangkan adanya oknum massa aksi yang diduga melontarkan kata-kata tidak pantas kepada petugas di lapangan.
Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak penegakan hukum terhadap aparat yang terlibat dugaan pelanggaran, reformasi institusi kepolisian, hingga evaluasi terhadap sejumlah pejabat di tubuh Polri. Aksi berlangsung hingga menjelang waktu berbuka puasa dan dilaporkan berjalan relatif tertib di bawah pengawalan aparat keamanan.












