Prabowo: Jika Indonesia Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Akan Kasihan dan Membantu

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian nasional untuk menjaga ketahanan pangan dan masa depan Indonesia berkelanjutan.

Prabowo mengingatkan seluruh elemen bangsa agar tidak bergantung kepada negara lain dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Indonesia.

Menurutnya, setiap negara akan mengutamakan kepentingan sendiri ketika menghadapi tantangan global, termasuk krisis pangan dan ekonomi dunia.

“Kalau kita lapar, kalau kita susah, tidak ada bangsa lain yang kasihan sama kita. Tidak ada yang bantu kita.”

Baca Juga :  Seluruh Jemaah Haji Indonesia Sudah di Arab Saudi

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menekankan pentingnya memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama ketahanan nasional Indonesia.

Ia menilai kemampuan memenuhi kebutuhan pangan sendiri menjadi syarat penting bagi negara yang ingin menjaga kedaulatannya.

Prabowo juga menegaskan bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya ditandai kebebasan politik, tetapi juga kekuatan ekonomi nasional.

Menurutnya, bangsa yang bergantung pada impor pangan berisiko menghadapi tekanan eksternal saat terjadi gejolak global mendadak.

Baca Juga :  Tiga Tambang Emas Ilegal Diduga Milik Oknum Kades Puntikalo, Sikap Bungkam Jadi Tanda Tanya Besar

Karena itu, pemerintah terus mendorong program swasembada pangan melalui peningkatan produksi, modernisasi pertanian, dan pembangunan infrastruktur.

Prabowo meyakini Indonesia memiliki sumber daya melimpah yang mampu mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Ia mengajak seluruh masyarakat mendukung upaya pemerintah memperkuat sektor pangan demi menjaga kesejahteraan dan kemandirian bangsa.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia ditentukan kemampuan memenuhi kebutuhan rakyat secara mandiri.

Berita Terkait

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal
Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat
Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah
Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo
Aksi Balita 2 Tahun di Wonosobo Bikin Geger, Nekat Panjat Atap Rumah WARGA
Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan
Ibas: Pendidikan Adalah Investasi Peradaban, Bukan Sekadar Bangunan Sekolah
Aksi Tolak Stockpile Batu Bara PT SAS, Warga dan WALHI Duduki Kantor Perusahaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ahli PPATK Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Bisa Diusut Tanpa Tunggu Pidana Asal

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Polda Metro Jaya Siagakan 1.358 Personel Amankan Demo di Jakarta Pusat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Massa Datangi PN Jaksel, Desak Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Febrie Adriansyah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Kemensos Salurkan Santunan Duka Rp 15 Juta untuk Korban Gempa Nagekeo

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Ketua P2SP SDN 219 Kota Jambi Bungkam, Sejumlah Pernyataan Terkait K3, Keselamatan hingga Pengelolaan Keuangan Dipertanyakan

Berita Terbaru