BRIN Minta Maaf Usai Salah Unggah Gambar Garuda Pancasila

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN menjadi sorotan setelah mengunggah gambar Garuda Pancasila yang dinilai keliru.

Unggahan tersebut muncul saat peringatan Hari Lahir Pancasila dan langsung memicu kritik luas dari warganet berbagai platform media.

Publik menyoroti detail lambang Garuda yang dianggap tidak sesuai ketentuan resmi, terutama jumlah bulu pada beberapa bagian.

Kesalahan itu dengan cepat menyebar di media sosial dan memunculkan pertanyaan mengenai proses verifikasi konten lembaga tersebut.

Sejumlah pengguna media sosial menduga desain Garuda Pancasila tersebut dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Baca Juga :  Prabowo Tugaskan Menkeu Purbaya Berantas Kebocoran Pajak dan Cukai

Dugaan penggunaan AI menguat setelah warganet menemukan sejumlah ketidaksesuaian visual yang berbeda dari lambang negara resmi.

Setelah kritik terus bermunculan, BRIN segera menghapus unggahan tersebut dan menggantinya dengan gambar yang telah diperbaiki.

Dalam pernyataan resmi, BRIN mengakui kesalahan yang terjadi dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Kami memohon maaf atas ketidakcermatan dalam proses pembuatan dan publikasi konten peringatan Hari Lahir Pancasila.”

BRIN menyatakan akan menjadikan insiden tersebut sebagai evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas pengawasan setiap publikasi digital.

Baca Juga :  Ribuan Pil Berbahaya Disita di Tanah Abang, Tiga Pengedar Dibekuk Polisi

Lembaga itu juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif memberikan masukan serta mengingatkan kesalahan dalam unggahan.

Kontroversi ini kembali mengingatkan pentingnya ketelitian penggunaan simbol negara karena memiliki makna historis dan filosofis mendalam.

Jumlah bulu Garuda Pancasila melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus 1945, sehingga tidak boleh sembarangan diubah.

Kesalahan pada detail lambang negara dinilai bukan sekadar persoalan desain, melainkan menyangkut simbol identitas nasional Indonesia.

Berita Terkait

PTPN IV Regional IV Buka Peluang Kerja Sama Strategis dengan Universitas Jambi
BGN Setop Pendaftaran Dapur Baru MBG, Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas Utama
Datangi Kejari Muaro Jambi, DPD PPWI Jambi Desak Penuntasan Dugaan Proyek Rp2,3 Miliar: Kejati Jambi Tegaskan Berkas Sudah Dilimpahkan
DPR Resmi Sahkan Revisi UU P2SK, Perkuat Pengawasan Keuangan hingga Atur Aset Kripto
Kejagung Tetapkan Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi Program MBG
Kejagung Geledah Kantor BGN Dugaan Jual Beli Titik MBG
Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk Sebagai Pengganti
Praperadilan Dikabulkan, PN Jakarta Selatan Perintahkan Polisi Lanjutkan Kasus Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:23 WIB

PTPN IV Regional IV Buka Peluang Kerja Sama Strategis dengan Universitas Jambi

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:50 WIB

BGN Setop Pendaftaran Dapur Baru MBG, Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas Utama

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:24 WIB

Datangi Kejari Muaro Jambi, DPD PPWI Jambi Desak Penuntasan Dugaan Proyek Rp2,3 Miliar: Kejati Jambi Tegaskan Berkas Sudah Dilimpahkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:15 WIB

DPR Resmi Sahkan Revisi UU P2SK, Perkuat Pengawasan Keuangan hingga Atur Aset Kripto

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:45 WIB

Kejagung Tetapkan Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi Program MBG

Berita Terbaru

Hukum dan kriminal

Polda Jambi Periksa  Saksi Terkait Kebakaran Gudang Minyak di Kota Baru

Jumat, 5 Jun 2026 - 10:31 WIB